Konsep STIFIn Mengajarkan Saya Untuk Lebih Mudah Berbakti Kepada Orang Tua

Baktinya seorang anak kepada kedua orangtuanya takkan pernah pudar hingga kapanpun

Sungguh besar pengorbanan orang tua kepada anaknya dari sejak anaknya lahir hingga telah dewasa dan bahkan kini telah berumah tangga

Ayah saya adalah seorang ayah yang pendamai sejak dahulu, tidak pernah menyukai konflik namun walau begitu saya ingat betul suatu ketika beliau marah besar dan keluar temperamentalnya. Namun dibalik itu beliau adalah ayah yang serba bisa dan selalu ambil peran dimanapun beliau berada. Beliau yang kemudian beberapa waktu lalu saya tes hasilnya Insting adalah seorang yang menjadi guru kehidupan saya dalam bagaimana mengadaptasi diri untuk berinteraksi dengan siapa saja.

Ibu saya adalah seorang ibu yang tangguh, sejak kehilangan ayah dan ibunya (kakek dan nenek saya) sewaktu kecil, ibu adalah seorang yang tidak pernah menyerah dengan keadaan. Dalam kondisi ayah yang sudah tidak bekerja karena tutup perusahaan pasca reformasi 97, ibu memutuskan berdagang dan terus berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Dari ibu saya belajar ketangguhan dan tidak pernah menyerah dengan keadaan, dan ternyata cocok dengan hasil tesnya yang Sensing extrovert. Dan inilah mengapa pada akhirnya membuktikan jika saya dalam keadaan sakit, saya memilih stay di rumah orang tua dan dirawat ibu saya, karena energi wellnes yang lebih besar melihat postur MK saya dan ibu.

Maha Besar Allah atas segala sesuatu yang diberikan-Nya dalam kehidupan berupa hadirnya orang tua yang telah membesarkan kita. Dan konsep STIFIn mengajarkan saya untuk lebih mudah berbakti kepadanya di usianya yang tak lagi muda. Himpunkan kami dalam jannah-Mu kelak ya Rabb. Aamiin

sumber : Solver Agung
Human Genetic Potential Expert

Leave a Comment