Tips Nyaman Anak Belajar Di Rumah

TIPs Nyaman Anak Belajar Di Rumah 

cekaja.com
belajardirumah. cekaja.com

Hai sahabat bunda Irma,

Bagaimana kabar anak-anak yang belajar di rumah dalam 2 bulan ini ?

Bagaimana juga kabar ayah dan bundanya yang  mendadak jadi guru ?

Beberapa artikel di media sosial menginformasikan banyak kegalauan orang tua. Kondisi di luar rumah saat ini (Bulan Juni 2020) masih belum memungkinkan untuk dibukanya sekolah tempat belajar anak-anak secara formal.

Seperti yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jendral PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid kepada media CNNIndonesia.com, Jum’at (24/4) ” Kita sedang siapkan kalau nanti belajar dari rumah ini bisa terjadi sampai akhir tahun.”

Beberapa ayah-bunda juga mengeluhkan kondisi ini, anak yang aktif, yang sulit diatur, sampai dengan masalah anak yang kurang konsentrasi karena kecanduan gadget.

Sahabat bunda irma, kita bahas ya… seperti tips yang membuat anak nyaman belajar di rumah.

1. Siap Mental Orang Tua

Selama kita mendampingi anak belajar di rumah,  sebagai orang tua kita harus siap mental terlebih dahulu. Kenapa? karena kelau mental orang tua tidak siap, emosi tidak stabil, akan mengganggu juga konsentrasi dan kenyamanan anak belajar. Mental yang tidak siap atau emosi yang tidak stabil bisa dirasakan seperti :

a. Marah

Kalau ayah atau bunda sering marah kepada anak, menganggap anak bodoh, melabelkan anak malas dan lain-lain membuat anak tidak percaya diri dan membuat mental blok pada anak, sehingga sulit untuk belajar dengan nyaman.

Solusinya, ayah bunda bisa berlatih mengendalikan emosi, dengan diawali permainan bersama anak, berbincang santai tentang hal yang disukai anak sebelum belajar, atau bahkan ada yang belajar diiringi dengan musik yang disukai. Ciptakan kebersamaan dan bounding (ikatan) ayah bunda dan anak sebelum belajar.

b.Tergesa-gesa

Kalau ayah dan buda terlalu tergesa-gesa dengan hasil dan kurang memperhatikan proses, membuat anak juga kurang nyaman, karena anak mempunyai pola berfikir dan pola belajar yang mungkin orang tua belum pahami, sehingga nampak lambat prosesnya.

Solusinya, memahami cara belajar anak, dan memberikan ruang dan waktu buat anak untuk menyelesaikan masalah belajarnya secara mandiri, ayah dan bunda cukup mendampingi prosesnya, bukan menghakimi.

c. Terlalu Khawatir

Kalau ayah dan bunda terlalu khawatir anak tidak mampu, membuat anak jadi tergantung pada orang tua, atau bahkan anak juga ikut khawatir dan tidak percaya diri pada kemampuannya.

Solusinya, ayah dan bunda perlu healing atau jeda sejenak.

d. Apatis

Kalau ayah dan buda bersikap apatis,tidak mau tahu perkembangan belajar anak, melakukan pembiaran, ini juga akan membuat anak menjadi tidak nyaman.

Solusinya, ayah dan bunda perlu berikan jadwal khusus untuk memantau belajar anak, setidaknya  jika memang tidak bisa mendampingi karena kesibukan bekerja, atau memang tidak mengerti mata pelajaran yang di ajarkan, sempatkan untuk bertanya, “Bagaimana belajar hari ini ? ” ” Kamu bisa mengikuti tidak?”  ” Bagaimana komunikasi dengan gurumu?” “Maaf ya Ayah,Bunda tidak bisa mendampingi, Ayah dan Bunda yakin kamu bisa.”

Meminta maaf kepada anak dan menceritakan kondisi sesungguhnya akan lebih baik. Dan membuat anak merasa di percaya oleh Ayah dan Bundanya.

2. Memantau Jadwal Belajar Anak

Belajar di rumah tetap ada jadwal lho, tidak semaunya sendiri. Ayah dan Bunda bisa memantau Jadwal anak, dan perlu juga di remainder di Kalender HP supaya ayah dan bunda tidak ketinggalan. Nah… itu yang saya lakukan dengan kelima anak saya.

 

3. Memahami Pola Belajar Anak

Semakin mengenal pola dan gaya belajar anak, ayah bunda akan bisa mengarahkan dan mendampingi anak.

Berikut ini adalah belajar asyik sesuai masing-masing Mesin Kecerdasan:

a. Gaya Belajar Sensing

Cara belajar yang nyaman bagi tipe Sensing :

  • Menghafal
  • Merekam secara visual
  • Belajar langsung secara indrawi

Tipe Sensing akan lebih mudah belajar apabila yang dipelajarinya itu bentuk konkret, dapat dilihat, diraba, atau dirasa. Disamping itu fasilitas yang mendukung dalam belajar sangat diperlukan oleh tipe ini.

b. Gaya Belajar Thingking

Cara belajar yang nyaman bagi tipe Thingking :

  • Menganalisa sesuatu
  • Melatih seluruh kemampuan otaknya
  • Sistematis
  • Menskemakan masalah jadi sederhana

Tipe Thingking ini menggunakan media informasi, baik buku, koneksi internet, atau laboratorium menjadi item pendukung yang sangat baik.

c. Gaya Belajar Intuiting

Cara belajar yang nyaman bagi tipe Intuiting :

  • Mengkonsep
  • Mengimajinasikan
  • Menkreasikan teori baru

Tipe Intuiting ini lebih nyaman dengan metode mindmapping, membuat big picture (gambaran besar) kemudian membreakdown.

Buku dengan kertas kosong adalah sahabat bagi tipe ini, dikarenakan lintasan ide atau hal baru selalu hadir setiap saat di pikirannya.

d. Gaya Belajar Feeling

Cara belajar yang nyaman bagi tipe Feeling :

  • Mendengarkan
  • Berdiskusi dengan teman

Dikarenakan letak kekuatannya dalam belajar dengan telinganya (pendengarannya).

Jika belajar sendiri sebaiknya dengan suara.

Jika memang lupa dengan pembelajaran yang diajarkan oleh guru atau dosen, bagus juga bila kemudian berusaha merekam sesi pembelajaran kemudian mengulang di rumah.

e. Gaya Belajar Insting

Cara belajar yang nyaman bagi tipe Insting :

  • Merangkum apa yang dipeajari
  • Menulis ulang kembali sebuah pelajaran adalah kekuatannya

Bagi tipe ini perlu diperhatikan susana belajarnya, maksudnya suasana yang nyaman dan tidak dalam kondisi tertekan, akan menjadi pendukung yang kondusif dalam membuat tipe ini sukses di keserba-bisaannya terhadap pelajaran apapun .

Bagaimana ayah dan bunda, siap membuat kondisi nyaman dan asyik untuk anak-anak belajar ?

Sahabat Bunda Irma, untuk mengetahui Gaya Belajar diperlukan Tes STIFIn untuk mengetahui kecerdasan dominannya.

Silakan hubungi saya untuk penjelasan Tes STIFIn.

Irma Nirmala wa 081283960118

 

 

 

 

Leave a Comment